Rangkuman Liga Champions dan Liga Europa Tahun 2018

BigBonus88- Tahun 2018 nyaris berakhir. Kurang dari 24 jam lagi kita akan menyambut 2019 dengan harapan baru. Bagi penikmat sepak bola, 2018 berjalan begitu menarik dengan adanya Piala Dunia Rusia beberapa bulan lalu. Hasrat penikmat sepak bola dipuaskan dengan persaingan liga-liga top Eropa, Liga Champions, Liga Europa, serta Piala Dunia.

Di pentas Eropa, duo Madrid berhasil menjadi juara. Real Madrid menjuarai gelar Liga Champions dalam tiga musim beruntun. Atletico Madrid berjaya di Liga Europa dengan trofi yang sudah didamba-dambakan Antoine Griezmann. Tim-tim Spanyol memang masih perkasa di Eropa.

Tahun ke tahun, Liga Champions tak pernah mengecewakan. Tahun ini Real Madrid berhasil jadi juara - dengan segala kontroversi yang melingkupinya. Madrid yang masih ditangani Zinedine Zidane kala itu memang masih terlalu kuat. Pun demikian dengan Atletico yang ditangani Diego Simeone, koordinasi permainan Atletico tak bisa diremehkan.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya Bola.net mencoba mengingat kembali dan merangkum kejadian-kejadian menarik di Liga Champions dan Liga Europa sepanjang tahun 2018 ini.

Fase Grup

Tak banyak kejadian mengejutkan di fase grup Liga Champions musim 2017/18. Setidaknya ada dua hasil yang di luar dugaan. Pada Grup C, Atletico Madrid gagal lolos ke fase gugur karena hanya mampu finis di posisi ketiga, di bawah AS Roma dan Chelsea.

Kejutan juga terjadi di Grup H, di mana Real Madrid harus puas dengan posisi kedua klasemen akhir karena menelan satu kekalahan dari Tottenham Hotspur. Pasukan Mauricio Pochettino itu pun jadi pemuncak grup dan lolos ke fase gugur.

Fase grup berjalan seru. Seperti persaingan di Grup D yang melibatkan Barcelona dan Juventus. PSG dan Bayern Mucnhen juga berhadapan di Grup B. Musim ini juga menandai kembalinya Manchester United ke LIga Champions, juga penampilan pertama RB Leipzig.

16 tim yang lolos ke fase berikutnya adalah Manchester United, Basel, PSG, Bayern Munchen, AS Roma, Chelsea, Barcelona, Juventus, Liverpool, Sevilla, Man City, Shakhtar Donetsk, Besiktas, Porto, Tottenham, dan Real Madrid.

Sementara itu, persaingan di fase grup Liga Europa masih terlalu sulit diprediksi. Ada 48 tim yang terbagi dalam 12 grup. Juara dan runner-up grup berhak melaju ke babak 32 besar, dengan tambahan delapan tim yang turun kasta dari Liga Champions.

Fase Gugur Liga Champions

16 Besar

 

Peta kekuatan tim mulai tampak pada 16 besar Liga Champions. Sang juara bertahan, Real Madrid berusaha mengejar gelar juara ketiga beruntun dengan mengalahkan PSG dalam dua leg (agg: 5-2). Madrid sedikit terbantu dengan cederanya Neymar.

Terdapat beberapa kejutan pada 16 besar ini. Seperti Manchester United yang disingkirkan Sevilla, pun Juventus yang harus berjuang habis-habisan untuk mengalahkan Tottenham Hotspur (agg: 4-3), dengan semangat Fino Alla Fine.

Barcelona menyingkirkan Chelsea dengan mudah - termasuk saat Lionel Messi mengakhiri kutukannya ke gawang Chelsea dengan menjebol pertahanan Thibaut Courtois. Man City juga dengan mudah menyingkirkan Basel, sementara Liverpool membantai Porto dengan agregat 5-0.

Tim-tim yang jadi pemenang dan lolos ke babak berikutnya nyaris sesuai prediksi - kecuali Manchester United. Yakni Juventus, Man City, Liverpool, Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen, Sevilla, dan AS Roma.

Perempat Final/8 Besar

 

Pada perempat final inilah tim-tim kuat mulai berbicara. Dua tim Premier League harus saling bunuh, Liverpool kontra Man City. Laga ini diprediksi akan berjalan ketat tetapi ternyata Liverpool jauh lebih kuat. The Reds menang dengan skor telak 3-0 di Anfield dan menghajar Man City dengan skor 2-1 di Etihad Stadium. Jurgen Klopp membawa timnya meraih kemenangan telak dan lolos ke semifinal.

Kejutan besar juga terjadi di partai lain. Barcelona tampaknya sudah pasti lolos ketika berhasil mengalahkan AS Roma dengan skor telak 4-1 saat bermain di Camp Nou. Namun, Lionel Messi dkk. dikejutkan dengan perjuangan keras pasukan serigala di leg kedua. Roma membantai Barca dengan skor telak 3-0 dan berhak lolos ke semifinal karena unggul gol tandang.

Partai panas lainnya: Real Madrid vs Juventus. Madrid mengejutkan banyak pihak ketika membantai Juventus dengan skor telak 3-0 di Turin, di hadapan pendukung Juve sendiri - yang memberi aplaus berdiri pada Cristiano Ronaldo setelah kapten Portugal itu mencetak gol salto yang begitu indah.

Namun, kejutan terjadi di leg kedua, Juve tampil habis-habisan di Santiago Bernabeu dan sempat unggul 3-0. Pada akhirnya Madrid tetap lolos karena penalti kontroversial di menit akhir pertandingan. Gianluigi Buffon diusir wasit, Cristiano Ronaldo mengeksekusi penalti dengan sempurna dan membawa Madrid lolos dengan agregat 4-3.

Di partai lain, Bayern Munchen mengalahkan Sevilla dengan mudah lewat kemenangan 2-1 di Spanyol dan hasil imbang 0-0 di Bavaria.

Empat semifinalis: Real Madrid; Bayern Munchen; Liverpool; AS Roma. Di antara keempat tim itu, Liverpool dan Roma yang paling mengejutkan.

Semifinal

 

Laga semifinal berjalan sengit. Madrid menghadapi Bayern, Liverpool bersaing dengan Roma. Tak ada tim lemah di semifinal, semua tim kuat, semua tim memiliki peluang yang sama untuk lolos ke final.

Secara mengejutkan, Madrid mampu mengalahkan Bayern Munchen (2-1) saat melawat ke markas jawara Jerman itu. Sempat tertinggal lebih dahulu, Marcelo dan Marco Asensio jadi pahlawan Madrid pada laga ini dengan gol indahnya ke gawang Sven Ulreich. Kiper Bayern itu juga membuat blunder fatal.

Pada leg kedua, Bayern sebenarnya bermain lebih baik di Santiago Bernabeu dan nyaris lolos ke final. Hanya perjuangan Madrid yang begitu keras sampai akhir pertandingan yang membuat pasukan Zidane itu tak kebobolan gol lainnya. Laga berakhir 2-2. Dan Madrid berhak lolos dengan agregat 4-3.

Adapun di partai semifinal lainnya terjadi pesta gol. Liverpool menandaskan perlawanan AS Roma di Anfield dengan skor telak 5-2. Kala itu Liverpool masih memiliki masalah pertahanan, meski penyerang-penyerang mereka begitu ganas.

Di leg kedua, Roma justru menyerang balik Liverpool. Skuat Roma menerapkan mentalitas yang sama seperti ketika mereka mengalahkan Barcelona. Pasukan Eusebio Di Francesco berhasil menang dengan skor besar 4-2 tetapi masih tak cukup untuk lolos. Liverpool melaju ke final dengan agregat 7-6.

Real Madrid vs Liverpool di final 26 Mei 2018.

Final

 

Memasuki partai final, Real Madrid kembali jadi favorit juara. Pasukan Zinedine Zidane itu lebih diunggulkan karena pengalaman mereka menjadi juara dalam dua musim terakhir. Terlebih, tak banyak perubahan pada skuat jawara Madrid.

Madrid juga memiliki semangat lebih, yakni untuk untuk melengkapi gelar juara Liga Champions mereka dalam tiga musim beruntun - juga empat gelar dalam lima musim terakhir.

Di sisi lain, Liverpool juga tak bisa diremehkan. Semangat Liverpool begitu tinggi, rasa haus gelar mereka tak bisa diremehkan. Kedua tim juga mendapat dukungan luar biasa dari masing-masing suporter mereka.

Laga final yang berimbang.

Terbukti, pertandingan dimulai cukup seimbang. Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Sayangnya, arah pertandingan berubah begitu Mohamed Salah ditandu keluar karena cedera bahu setelah berbenturan dengan Sergio Ramos.

Kehilangan Salah saat pertandingan baru berjalan 30 menit berdampak besar bagi permainan Liverpool. Skuat mereka mulai tak percaya diri. Permainan pun mulai dikuasai Madrid.

Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, Madrid akhirnya berhasil unggul lebih dahulu setelah Karim Benzema mencetak gol di menit ke-51. Gol ini cukup beruntung, berawal dari blunder fatal Loris Karius, Benzema hanya perlu mendorong bola ke gawang kosong.

Liverpool langsung merespons. Pasukan Jurgen Klopp ini langsung menyamakan kedudukan hanya empat menit berselang. Berawal dari sepak pojok, terjadi kemelut di kotak penalti Madrid. Bola kemudian disambar Sadio Mane dengan tendangan keras ke gawang Keylor Navas.

Laga berjalan seimbang sampai akhirnya Gareth Bale menggantikan Isco di menit ke-61. Hanya butuh tiga menit, Bale lantas mencetak gol tendangan salto yang begitu indah, menjebol gawang Karius dan membawa Madrid unggul 2-1.

Dua puluh menit kemudian, Bale menutup kemenangan Madrid dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Lagi-lagi Karius melakukan blunder. Madrid menang 3-1 dan menjadi juara untuk ketiga kalinya dalam tiga musim terakhir.

Fase Gugur Liga Europa

32 Besar

Tambahan delapan tim yang merosot dari Liga Champions membuat persaingan di Liga Europa kian panas. Babak 32 besar memang masih sulit diprediksi. Tak ada persaingan yang berarti. Tim-tim kuat seperti Marseille, Borussia Dortmund, AC Milan, Arsenal, dan Atletico Madrid berhasil lolos ke 16 besar dengan cukup mudah

16 Besar

 

Pada babak 16 besar inilah kekuatan tim mulai tampak. Marseille ternyata mampu mengalahkan Athtletic Bilbao dengan agregat 5-2, cukup telak. Yang mengejutkan Dortmund ternyata dibuat tak berdaya oleh Red Bull Salzburg.

Partai panas lainnya mempertemukan AC Milan kontra Arsenal. Seperti yang diprediksi, Milan yang sedang tak stabil tak mampu mengatasi permainan Arsenal. The Gunners lolos dengan agregat 5-1.

Tak ada duel-duel yang mengejutkan. Tim-tim yang lolos ke perempat final adalah RB Leipzig, Marseille, Lazio, Red Bull Salzburg, Arsenal, CSKA Moscow, Atletico Madrid, serta Sporting.

Perempat Final/8 Besar

Memasuki delapan besar, ada beberapa tim yang mulai dijagokan jadi juara. Arsenal, Atletico Madrid, serta Marseille adalah tiga tim favorit. Terbukti, ketiganya memastikan lolos ke semifinal, dengan Red Bull Salzburg sebagai tim keempat.

Marseille berhasil mengalahkan RB Leipzig, Red Bull Salzburg mengalahkan Lazio. Arsenal menyingkirkan CSKA Moscow. Atletico mengirim Sporting pulang.

Semifinal

 

Dua tim kuat: Arsenal dan Atletico Madrid harus saling bunuh di semifinal. Skuat Arsenal memiliki semangat lebih, yakni untuk memberikan satu trofi untuk sang pelatih legenda, Arsene Wenger. Posisi Wenger saat itu memang sedang tak aman.

Sayangnya, semangat Arsenal tak mampu mengatasi permainan rapi Atletico Madrid. Arsenal memang berhasil bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium tetapi mereka menyerah 0-1 di leg kedua. Pertahanan Atletico memang tersohor susah dijebol.

Di partai semifinal lainnya, Marseille harus berjuang keras menyingkirkan Red Bull Salzburg pada pertandingan yang berjalan sampai 120 menit. Dua finalis: Atletico dan Marseille.

Final

 

Sesuai prediksi, partai final berjalan berat sebelah. Atletico dijagokan jadi juara. Marseille timpang karena Dimitri Payet cedera di menit ke-32. Alhasil, permainan Atletico begitu sulit diimbangi Marseille.

Antoine Griezmann membuka keunggulan Atleti lewat satu golnya di babak pertama. Pasukan Diego Simeone itu unggul 1-0 saat pertandingan memasuki paruh waktu.

Griezmann kemudian menambah satu gol di awal babak kedua. Gabi akhirnya menutup kemenangan Atleti dengan golnya di menit ke-89.

3-0 untuk kemenangan Atletico, trofi untuk Griezmann.

UCL 2018/19

Liga Champions 2018/19 ini berjalan lebih menarik. Sang jawara bertahan, Real Madrid, cukup kesulitan sejak awal musim. Kepergian Cristiano Ronaldo mengubah status Madrid. Tetap kuat, tapi Madrid tak lagi favorit.

Sebaliknya, Juventus yang kedatangan Ronaldo justru dijagokan jadi kandidat kuat juara musim ini. Dengan adanya Ronaldo, Juve dipercaya sudah memiliki elemen penting yang mereka butuhkan untuk menjuarai kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Selain Juve, kandidat kuat juara lainnya adalah Barcelona, Manchester City, serta Liverpool. Keempat tim ini berhasil melewati perjalanan sulit di fase grup dan siap menatap 16 besar.

Katakanlah dua tim Spanyol: Barcelona dan Real Madrid; dua tim Inggris: Manchester City dan Liverpool; serta satu tim Italia: Juventus, yang jadi kandidat kuat juara musim ini. Di antara tim-tim tersebut, Madrid dan Liverpool cukup kesulitan di fase grup.

Juventus nyaris sempurna di fase grup, hanya kalah satu kali dari Manchester United. Barcelona sempurna, empat kemenangan, dua hasil imbang. Madrid cukup kesulian, dua kali dikalahkan CSKA Moscow (kandang-tandang).

Liverpool cukup kesulitan, The Reds harus berjuang sampai pertandingan terakhir demi mengamankan posisi runner-up, di bawah PSG. Man City pun merasakan satu kekalahan di fase grup, kekalahan yang mengejutkan dari Lyon.

Alhasil, Barcelona terbilang sebagai tim yang paling sempurna. Sesuai ambisi sang kapten, Lionel Messi yang menegaskan bahwa dia akan melakukan semua yang terbaik demi membawa pulang trofi Liga Champions ke Camp Nou.

Adapun lawan-lawan tim jagoan tersebut di 16 besar nanti:

  • Barcelona vs Lyon
  • Real Madrid vs Ajax Amsterdam
  • Juventus vs Atletico Madrid
  • Manchester City vs Schalke 04
  • Liverpool vs Bayern Munchen

Melihat undian tersebut, Juve dan Liverpool mungkin harus bekerja lebih keras. Sebab Atletico selalu terbukti sebagai tim yang menyulitkan. Dan Liverpool harus memberikan penampilan terbaik mereka untuk menyingkirkan Bayern Munchen.

TIga tim favorit lainnya lebih diuntungkan. Barcelona kemungkinan lolos ke babak berikutnya, pun demikian dengan Madrid dan Man City. Satu yang pasti: delapan besar akan menyajikan partai-partai yang lebih panas.

Pada akhirnya, siapakah tim yang pantas menjadi juara Liga Champions musim ini? Bola.net memprediksi Barcelona dan Juventus lebih berpeluang jadi juara - dengan asumsi kedua tim tersebut tidak saling bunuh di fase gugur.

Yang jelas, Liga Champions musim ini akan berjalan menarik, sebab tim yang menjadi juara akan menghentikan dominasi Real Madrid di pentas Eropa.